Selama ini
Mungkin sejak kecil
Aku mengejar sebuah kenyamanan di dalam hati
Yang justru semakin menggelisahkan diri
Semakin kuat kumencoba
Semakin habis kuterlumat
Semakin keras kumencoba
Semakin habis kuterkuras
Oleh luapan emosi dan kekecewaan diri
Hari ini kutersadar
Kenyamanan itu, kebahagiaan itu
Tak akan pernah kutemukan walaupun sampai mati kumencari
Kebahagiaan itu, tidak ada dimanapun
Kebahagiaan itu, ternyata sangat dekat disini, di dalam hati
Ada dan tidaknya tergantung dari penyikapan perasaan dan pikiran kita sendiri
Hari ini kutersadar
Ketika kita membahagiakan orang lain
Maka saat itu pulalah muncul kebahagiaan yang selama ini dicari
Sesuatu yang menakjubkan
Sesuatu yang indah dan menenangkan hati
Tak ada gunanya kumencari semua untuk diri sendiri
Karena ternyata itu memang tidak bisa dinikmati sendiri...
Hari ini akhirnya kutersadar
Kebahagiaan itu bukan dicari
Kebahagiaan itu dibentuk
Di dalam hati...
(Jakarta, 19 Oktober 2008)
Minggu, Oktober 19, 2008
Sabtu, Oktober 18, 2008
Thanks for all my friends...
Di sela-sela kesibukan saya ( yang kadang menyibukkan diri, hehe ), saya berusaha sempatkan untuk menyapa teman-teman saya, walaupun cuma sekedar menyapa "hai" atau menanyakan kabar mereka hari ini. Dan, ini kenyataan, teman saya tidak banyak. Cuma beberapa saja yang bisa terlibat aktif sampai kadang lupa waktu, walaupun cuma sekedar omong kosong saja. Ini cukup bertentangan dengan pola pikir saya yang selalu berusaha mengisi waktu sebaik-baiknya dengan hal-hal yang bermanfaat.
Tapi pikir punya pikir lagi, teman-teman kita ini juga punya banyak manfaat juga ( tanpa bermaksud memanfaatkan lho ya, hehe ). Bayangkan, betapa sepinya hidup kita tanpa mereka. Kita bisa melupakan sejenak segala kepenatan hidup ini, bertukar informasi, bertukar cerita, dan yang terpenting, bertukar inspirasi. Sering saya mendapatkan kalimat - kalimat tentang kehidupan yang terbukti sangat menentukan jalur hidup saya selanjutnya, tentunya dengan beberapa penyesuaian yang saya buat agar sesuai dengan kasus - kasus yang saya hadapi pada saat itu.
Teman saya, sahabat saya, ada yang datang, ada yang pergi, tapi semuanya begitu membekas di hati, begitu memberi arti. Malam ini, saya ingin mengucapkan terima kasih, pada kalian semua, teman dan sahabat saya, yang telah ikut mengisi lembar kehidupan saya.
Thanks friends, thanks for everything...
( Big thanks for Arni, my new friend, keep smiling, ok? ;-)
Tapi pikir punya pikir lagi, teman-teman kita ini juga punya banyak manfaat juga ( tanpa bermaksud memanfaatkan lho ya, hehe ). Bayangkan, betapa sepinya hidup kita tanpa mereka. Kita bisa melupakan sejenak segala kepenatan hidup ini, bertukar informasi, bertukar cerita, dan yang terpenting, bertukar inspirasi. Sering saya mendapatkan kalimat - kalimat tentang kehidupan yang terbukti sangat menentukan jalur hidup saya selanjutnya, tentunya dengan beberapa penyesuaian yang saya buat agar sesuai dengan kasus - kasus yang saya hadapi pada saat itu.
Teman saya, sahabat saya, ada yang datang, ada yang pergi, tapi semuanya begitu membekas di hati, begitu memberi arti. Malam ini, saya ingin mengucapkan terima kasih, pada kalian semua, teman dan sahabat saya, yang telah ikut mengisi lembar kehidupan saya.
Thanks friends, thanks for everything...
( Big thanks for Arni, my new friend, keep smiling, ok? ;-)
Sabtu, September 20, 2008
Orang Lain Cuma Melihat Diri Mereka Sendiri
Dalam hidup bermasyarakat kita sering berhadapan dengan publik secara langsung dalam beberapa acara yang sifatnya ceremonial, seperti misalnya undangan pernikahan, undangan syukuran, atau acara apapun itu yang sifatnya open public.
Sering kita mengkhawatirkan penampilan diri kita sendiri yang kita rasakan kurang oke, baik dari pakaian, dandanan, penampilan, bahkan dari segi fisik kita sendiri, yang mana hal itu adalah bentuk dasar yang sudah dilimpahkan Tuhan kepada kita. Ini mengakibatkan rasa minder dan kurang percaya diri.
Satu kalimat yang perlu dipegang ketika hal ini terjadi pada diri Anda, sadarilah bahwa semua orang MEMILIKI MASALAH YANG SAMA DENGAN ANDA, SEHINGGA MEREKA TIDAK AKAN SEMPAT MEMPERHATIKAN DIRI ANDA, MEREKA HANYA MEMPERHATIKAN DIRI MEREKA SENDIRI. Jadi berlakulah dengan wajar, tarik nafas dalam-dalam, melangkahlah dengan tenang, dan tersenyumlah dengan penuh rasa percaya diri. Anda adalah pribadi yang paling mengagumkan di semua kegiatan yang Anda ikuti. Percayalah.
Sering kita mengkhawatirkan penampilan diri kita sendiri yang kita rasakan kurang oke, baik dari pakaian, dandanan, penampilan, bahkan dari segi fisik kita sendiri, yang mana hal itu adalah bentuk dasar yang sudah dilimpahkan Tuhan kepada kita. Ini mengakibatkan rasa minder dan kurang percaya diri.
Satu kalimat yang perlu dipegang ketika hal ini terjadi pada diri Anda, sadarilah bahwa semua orang MEMILIKI MASALAH YANG SAMA DENGAN ANDA, SEHINGGA MEREKA TIDAK AKAN SEMPAT MEMPERHATIKAN DIRI ANDA, MEREKA HANYA MEMPERHATIKAN DIRI MEREKA SENDIRI. Jadi berlakulah dengan wajar, tarik nafas dalam-dalam, melangkahlah dengan tenang, dan tersenyumlah dengan penuh rasa percaya diri. Anda adalah pribadi yang paling mengagumkan di semua kegiatan yang Anda ikuti. Percayalah.
Rabu, September 17, 2008
Lima Perkara Sebelum Lima Perkara
1. Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
2. Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
3. Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
4. Pergunakan waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu.
5. Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu.
2. Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
3. Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
4. Pergunakan waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu.
5. Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu.
Entah Lagi Pada Cari Apa
Kadang ketika kita jalan-jalan di halaman forum, lihat-lihat komentar di blog, ada juga yang masih bisa membuat saya terharu. Terharu karena masih ada segelintir orang yang merasa hebat, yang merasa mampu melebihi kemampuan orang, dan mencoba 'mengadili' satu sama lain dengan cara dan bahasa yang kurang mengindahkan etika berkomunikasi . Fine, mungkin itu benar, dengan asupan gizi yang cukup di jaman modern ini maka jadi banyak orang pinter, tapi semestinya tidak perlu digunakan untuk menghakimi tulisan orang lain dengan cara yang congkak dan tidak sopan. Justru kelebihan yang dikaruniakan Tuhan tersebut digunakan untuk membantu dan membimbing orang lain yang membutuhkannya dengan cara yang sopan dan bersahaja.
Marilah kita ciptakan kenyamanan dan kehangatan bersama dalam hubungan kemanusiaan di kehidupan ini, nggak perlu melakukan/mengucapkan/bertindak yang lebih mengarah ke ego pribadi. Manusia hebat? mau sampai sejauh mana sih, nafas aja bisa ilang kapan aja kok, hehe....entah lagi pada cari apa....
Marilah kita ciptakan kenyamanan dan kehangatan bersama dalam hubungan kemanusiaan di kehidupan ini, nggak perlu melakukan/mengucapkan/bertindak yang lebih mengarah ke ego pribadi. Manusia hebat? mau sampai sejauh mana sih, nafas aja bisa ilang kapan aja kok, hehe....entah lagi pada cari apa....
Selamat Tinggal Masa Lalu
Jangan pernah sesali
Jangan pernah tangisi
Smuanya yg pernah terjadi
Bila langkah terhenti
Itu bukan berarti hidupmu sampai disini
Menangislah
Tersenyumlah
Mawar pasti berduri
Dan juga hidup ini penuh kejutan yang tak pasti
Anggap ini sebagai sbuah pelajaran hati
Yang bisa kuatkan diri
Menangislah
Tersenyumlah
Melangkahlah
Berlarilah
Slamat tinggal masa lalu
Slamat datang lembar baru
Slamat tinggal cinta lalu
Slamat datang cinta baru
Slamat tinggal
Slamat tinggal...
(Salute for ANDRA & THE BACKBONE)
Jangan pernah tangisi
Smuanya yg pernah terjadi
Bila langkah terhenti
Itu bukan berarti hidupmu sampai disini
Menangislah
Tersenyumlah
Mawar pasti berduri
Dan juga hidup ini penuh kejutan yang tak pasti
Anggap ini sebagai sbuah pelajaran hati
Yang bisa kuatkan diri
Menangislah
Tersenyumlah
Melangkahlah
Berlarilah
Slamat tinggal masa lalu
Slamat datang lembar baru
Slamat tinggal cinta lalu
Slamat datang cinta baru
Slamat tinggal
Slamat tinggal...
(Salute for ANDRA & THE BACKBONE)
Menerima Diri Kita Apa Adanya
Sering kita dikhawatirkan oleh ketakutan-ketakutan yang sebenarnya tidak perlu dalam hidup kita. Pembuangan energi percuma, penggantangan angan yang sia-sia, mencari semua yang tak perlu dicari. Muncul semua pembodohan diri, penolakan diri, rasa rendah diri, rasa tak percaya diri, yang akhirnya bermuara pada kepanikan tingkat tinggi, stress, dan depresi.
Ketika kita mau meluangkan waktu kita sejenak, untuk merenung kembali, untuk mau sedikit merubah pola pikir kita, menjadi lebih positif, bahwasanya memang hidup ini telah digariskan dengan semestinya oleh Sang Pencipta, yang mana kita tahu di dalam hidup ini sesungguhnya memang tidak ada yang sempurna. Yang penting adalah keinginan untuk berbuat lebih baik dan lebih baik lagi untuk kehidupan ini tanpa membebani diri dengan target-target tak realistis yang biasanya justru akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Menghirup nafas lega di udara, menikmati cahaya-Nya, mensyukuri karunia-Nya, menerima diri kita apa adanya....dan percayalah, hidup ini akan terasa jauh lebih indah. Cinta akan membuat hidup ini jauh lebih bermakna. Tersenyumlah.
Ketika kita mau meluangkan waktu kita sejenak, untuk merenung kembali, untuk mau sedikit merubah pola pikir kita, menjadi lebih positif, bahwasanya memang hidup ini telah digariskan dengan semestinya oleh Sang Pencipta, yang mana kita tahu di dalam hidup ini sesungguhnya memang tidak ada yang sempurna. Yang penting adalah keinginan untuk berbuat lebih baik dan lebih baik lagi untuk kehidupan ini tanpa membebani diri dengan target-target tak realistis yang biasanya justru akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Menghirup nafas lega di udara, menikmati cahaya-Nya, mensyukuri karunia-Nya, menerima diri kita apa adanya....dan percayalah, hidup ini akan terasa jauh lebih indah. Cinta akan membuat hidup ini jauh lebih bermakna. Tersenyumlah.
Langganan:
Postingan (Atom)