Minggu, September 07, 2008

Cuma Dia Yang Mampu

Cuma dia yang mampu membuatku heran
Kenapa rasaku yang telah mati bisa hidup dan hangat kembali

Cuma dia yang mampu membuatku terpesona
Oleh kekuatan sosok yang berpadu dengan senyum manisnya

Cuma dia yang mampu membuatku takluk
Dengan apa adanya dirinya, tanpa polesan apapun juga

Cuma dia yang mampu membuatku kagum
Dengan ketajaman pemikiran dan kekerasan hatinya


Cuma dia yang mampu membuatku takjub
Dia memikirkan apa yang tak pernah terpikir olehku sebelumnya

Cuma dia yang mampu membuatku takut
Dia tak pernah takut apapun juga, kecuali satu hal, bersatu denganku...

Cuma dia yang mampu membuatku malu
Dia berikan semua padaku tanpa aku mampu membalasnya
Cuma dia yang mampu membuatku terharu
Karena setiap deritanya tak pernah muncul tertutup oleh senyuman
Jiwaku berteriak keras padaku
"Cuma dia yang mampu......."

Minggu, Agustus 31, 2008

Dimana Kau Berpijak Maka Disitulah Surga

Dimana kau berpijak maka disitulah surga...
Aku tak mampu menulis lanjutannya
Karena untuk itu aku harus jatuh cinta
Dan aku sudah tidak punya rasa untuk itu
Hanya ada satu cintaku, cinta sejatiku
Di salah satu ujung dunia sana
Yang sudah enggan menyapaku
Menghangatkan jiwaku lagi
Yang kini teronggok sepi dingin sendirian
Memeluk erat sejuta kenangan bersamanya
Yang entah kenapa begitu mampu menyamankan jiwaku
Semoga engkau membaca tulisanku ini
Jiwaku masih sering melolong
Memanggil - manggil namamu
Dan itu kuyakin selamanya...

Memilih Jalan Sepi...

Wahai
Semua jalan yang mengarah ke tahta cinta harta
Semua jalan yang terbelenggu mimpi
Semua jalan yang tak mengindahkan harga diri
Aku pergi
Dari semua hiruk pikuk ini
Aku memilih untuk sendiri
Menikmati cerahnya hati
Tanpa nafsu duniawi...

Jumat, Agustus 29, 2008

14 Agustus Tahun Lalu...

Dalam benakku
Lama tertanam
Sejuta bayangan dirimu
Redup terasa
Cahaya hati
Mengingat apa yang tlah kauberikan

Waktu berjalan
Lambat mengiring
Dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan
Dalam persimpangan masa silamku

Coba tuk melawan
Getir yang terus kukecap
Meresap ke dalam relung sukmaku
Coba tuk singkirkan
Aroma nafas tubuhmu
Mengalir mengisi laju darahku

Semua tak sama
Tak pernah sama
Apa yang kusentuh
Apa yang kukecup
Sehangat pelukmu
Selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu

Apalah arti hidupku ini
Memapahku dalam ketiadaan
Segalanya luruh
Lemah tak bertumpu
Hanya bersandar pada dirimu
Tak bisa, sungguh tak bisa
Mengganti dirimu dengan dirinya

( Sampai kapan kau terus bertahan....sampai kapan kau terus menyerah....buka mata dan hatimu....relakan semua... )

- Padi, Semua Tak Sama -
Untuk MAE, yang selalu ada dalam setiap hembusan nafasku...

Rabu, Agustus 20, 2008

Tanpa "Rasa" Kau Tak Akan Pernah Bisa Menulis


Tanpa rasa kau tidak akan pernah bisa menulis. Harus ada sesuatu yang muncul dari dalam hatimu, yang menuntun jari jemari tanganmu menulis semua yang ada dalam hatimu.
Tanpa rasa kau tidak akan pernah bisa menulis. Ini yang membuat semua orang bisa menilai, apakah sebuah tulisan itu punya nyawa atau tidak, punya spirit atau tidak. Kita tidak bicara spirit hitam atau spirit putih disini, yang jelas, ada atau tidaknya spirit itu dalam alur sebuah tulisan.
Tanpa rasa maka kau tidak akan pernah bisa menulis. Entah itu rasa sedih, rasa senang, rasa sepi, berharap, kecewa, dan sekian banyak rasa lain yang ada dalam hidup ini. Tuangkan saja, biarkan itu mengalir, apa adanya.
Tanpa rasa kau tidak akan pernah bisa menulis. Dan itu tidak bisa dibohongi. Jadi, ketika tidak ada rasa dalam hatimu, jangan pernah menulis, sampai rasa itu ada lagi...

Kau Cantik Hari Ini

"Kau cantik hari ini..."
Cuma itu yang ingin kukatakan padanya, pada seorang gadis kecil yang memberikan kenyamanan dalam jiwaku.
Lalu malaikat dalam salah satu sekat otakku bertanya, "Legakah kau?"
Sambil mendesah aku menjawab, "Tidak, aku menyesal."
Dia bertanya lagi, "Tapi benarkah begitu?"
Malaikat ini benar2 ingin tahu, batinku.
"Hehe, jujur, tidak, aku bahagia, sangat bahagia, tapi, so what, toh ini cuma serpihan kecil dalam perjalanan hidupku."
"Lalu kenapa itu kaulakukan juga?"
"Kenapa harus kuingkari perasaanku sendiri?", aku menjawab, mencari pembenaranku sendiri.
"Ini bukan masalah pengingkaran, ini masalah kontrol diri, masalah kesetiaan, masalah komitmen dan keteguhan hati.", jawabnya tenang.
"Hei bung, aku cuma menempel batas, bukan melanggarnya, aku tau semua resiko dan konsekwensinya, jadi, get out of my way, ok?", aku mulai sewot.
"Oh good, yang penting sadarilah siapa diri kamu sesungguhnya, dan temukan kembali apa makna tanggung jawab dalam hidup ini."
Aku tak mau terus berdebat, aku tau selingkuh bukan kata yang baik dalam hidup ini, aku tak mau disakiti, jadi otomatis aku tak boleh menyakiti siapapun dalam hidup ini, hal itu kusadari sepenuhnya.
"Hmm, kamu benar, aku harus lebih bisa mengendalikan perasaanku sendiri."
Hening, tidak ada jawaban.
"Sobat?", aku mulai merasa tidak nyaman dengan kesunyian dan kesendirian itu.
"Sobat, dimanakah kau?"
Hening, lalu lirih kudengar dia bergumam,"Kau memang manusia paling tolol yang pernah kukenal."
Aku tersentak, mau berteriak, tapi tak tau pada siapa...

Selasa, Agustus 19, 2008

Cuma Cinta Yang Mampu Membuatmu Lembut

Mengharap esok hari segera tiba
Mengharap segar menghirup aroma tubuhnya
Mengharap damai menatap senyuman lembutnya
Mengharap kuat menangkap pancaran rasanya

Adakah dia juga merasakan hal yang sama denganku
Adakah dia tahu bahwa aku sayang padanya
Adakah semua itu bisa terjadi
dalam dunia nyata yang ternyata tak mau tahu ini

Aku pastikan akan kukecup salah satu punggung tanganmu
Untuk mengirim semua getaran rasa ini
Mengalir lewat aliran darahmu
Menghantam tenangmu dengan semua kecamuk rasa

Malam semakin larut
Bayangan-bayanganku mulai terantuk sunyi
Ketika aku teringat satu hal menyebalkan...

...Aku haram untukmu...
...Tersadar aku kini...